VIDEO (250 x 190)

Kamis, Desember 01, 2011

Kendala Dan Penerapan E Learning Dalam Pembelajaran Menurut Pandangan Saya


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman global sekarang ini, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan yang efektif dan efisien maka diciptakanlah e learning. E learning dapat memudahkan peserta didik dan juga pendidik dalam melakukan kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
E learning sendiri merupakan pembelajaran jarak jauh yang dimana peserta didik dan pendidik tidak harus bertatap muka secara langsung untuk melakukan sebuah pembelajaran. E learning sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran pada setiap jenjang pendidikan. Tujuan dari E learning adalah untuk mempermudah pembelajaran dan dapat menghemat waktu dan biaya. Dalam penerapannya, E learning dapat efektif dalam menyampaikan pembelajaran namun terdapat juga kendala dalam penerapan E learning terhadap pembelajaran.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa itu E learning?
b.      Kendala apa saja yang terjadi saat menerapkan e learning dalam pembelajaran?
c.       Efektivitas apa saja yang terjadi saat menerapkan e learning dalam pembelajaran?
d.      Bagaimana E learning menurut pendapat penulis?
C.    Tujuan
a.       Untuk mengetahui pengertian E learning.
b.      Untuk mengetahui kendala penerapan e learning dalam pembelajaran.
c.       Untuk mengetahui efektivitas penerapan e learning dalam pembelajaran.
d.      Untuk mengetahui pandangan E learning menurut penulis.

















BAB II
PEMBAHASAN
  1. Konsep Dasar E learning
1.      Pengertian dan Tujuan E learning
E adalah singkatan dari electronic yang berarti elektronik dan learning yang artinya adalah proses belajar, artinya E learning merupakan system pembelajaran yang menggunakan media elektronik seperti internet, computer, dan file multimedia. Seiring perkembangan zaman E learning terus berkembang dan mengalami semacam alih fungsi, pandangan orang saat ini E learning adalah pembelajaran berbasis web atau menggunakan jaringan internet. Keadaan ini terjadi karena perkembangan internet yang terus pesat sehingga lebih memudahkan setiap insane manusia untuk saling berinteraksi dalam tempat dan waktu yang berbeda.
E learning adalah pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi computer, oleh sebab itu juga sekarang ini E learning yang dikembangan adalah E learning berbasis web aplikasi. E learning berbasis web muncul dan berkembang dengan pesat karena memang lebih mudah diakses dan juga tidak membutuhkan kapasitas yang besar untuk membuatnya. Beda halnya dengan E learning yang berbentuk file gambar pada computer yang saat ini sudah dianggap tidak efektif lagi.
2.      Tujuan E learning
E learning membuat pembelajaran yang tidak mungkin menjadi mungkin. Maksudnya adalah pembelajaran dari tempat yang berbeda atau jarak jauh. Tujuan E learning adalah efektivitas dan efisiensi dalam proses pembelajaran. E learning memberikan kemudahan pada peserta didik dan pendidik yang tidak dapat bertemu secara langsung, dengan E learning maka pemelajaran dapat terlaksana karena jangkauan internet yang dapat diakses dimanapun sehingga biaya pembelajaran menjadi berkurang. E learning di desain untuk memudahkan pembelajaran karena informasi yang e learning berikan pada peserta didik atau pengguna E learning tersebut sangat komunikatif.
E learning sudah banyak diterapkan dalam pembelajaran. Banyak lembaga lembaga sekolah dan perguruan tinggi telah melakukannya. Pembelajaran yang dilakukan sangatlah komuniatif. Seorang pendidik meberikan tugas melalui E learning tersebut dan peserta didik mengerjakannya. Dalam E learning tersebut juga terdapat fitur yang memungkinkan peserta didik dan pendidik melakukan feed back dan tanya jawab sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif, namun tetap saja E learning ini memiliki kendala karena kita ketahui bahwa tidak ada media belajar yang sempurna.
B.     Kendala Penerapan E learning

Penerapan E learning dalam pendidikan mengikutsertakan beberapa komponen. Komponen pertama adalah infrastruktur e learning. Infrastuktur berupa personal komputer, jaringan komputer, internet dan perlengkapan multimedia lainnya. Pada infrastruktur saat pembelajaran terjadi maka terkadang terjadi kendala. Kendala yang terjadi adalah tidak semua pembelajaran efektif dalam menggunakan media komputer. Banyak pembelajaran yang lebih efektif bila dilakukan secara kooperatif atau pun kolaboratif. Pada dasarnya E learning menggunakan meedia komputer untuk menyampaikan pembelajaran sedangkan salah satu teori belajar yaitu teori humanistik adalah memanusiakan manusia dan E learning kurang memanusiakan manusia.
Kendala lain juga muncul, yaitu ketersedian dan kelayakan infrastruktur E learning itu sendiri. Dalama kenyataannya tidak semua sekolah memiliki perangkat untuk menjalankan E learning begitu pula pada Perguruan Tinggi tidak semua perangkatnya layak untuk digunakan untuk proses pembelajaran E learning. Kendala utamanya adalah ketika seorang pendidik menyampaikan pembelajaran melalui E learning maka peserta didik harus menggunakan komputer dan jaringan internet untuk menerimannya namun tidak semua peserta didik memiliki perangkat tesebut di rumahnya. Peserta didik yang tidak memiliki mendapat kendala dan harus pergi ke warnet (contohnya) untuk menggunakan E learning tersebut dan itu menambah biaya pembelajaran.
Kendala dari peserta didik yang belum dapat mengoperasikan komputer begitu juga halnya pendidik. Kita tidak bisa pungkiri pada daerah daerah tertentu E learning tidak dapat diterpkan karena tidak semua daerah memiliki pembelajaran tentang E learning. Penggunaan E learning tidak dapat terapkan karena memang peserta didik yang belum mengetahui dan menguasai bagaimana mengoperasikan E learning tersebut. Sebagian pendidik juga ada yang tidak dapat menggunakan E learning karena memang mereka tidak mendapatkan pembelajaran tersebut saat menjalani studi. Seorang guru olah raga misalnya pada saat studi mereka tidak diajarkan bagaimana menggunakan E learning secara spesifik sehingga apabila diterapkam dalam pembelajaran olah raga, guru tersebut bingun dan pembelajaran tidak dapat efektif karena tidak memiliki keahlian tersebut.
E learning memliki sistem yang dapat memvirtualisasi proses belajar mengajar mengajar konvensional. Sering disebut dengan LMS atau Learning Management System yang dimana terdapat manajemen kelas, pembuatan materi, forum diskusi dan sistem penilaian serta sistem ujian online. Pada dasarnya semua sama pada lembaga pendidikan lainnya yang dilaksanakan secara nyata namun apabila diterapkan dalam E learning akan muncul kendala lagi. Bagaimana sistem tersebut dapat berjalan lancar apabila tidak didukung oleh admin yang memliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Apabila seorang admin hanya mengerti bagaimana caranya mengoperasikan sistem tersebut maka dia hanya akan mengatur softwarenya saja, lalu bagaimana sistem lainnya??Untuk itu tiap bagia seperti konten, penilaian, pembuatan soal ujian harusnya di berikan pada admin yang kompeten. Hal itu menjadi kendala karena kita harus melibatkan banyak orang yang memiliki kemampuan dibidangnya masing masing, sekali lagi itu memerlukan biaya yang besar dan tidak semua lembaga pendidikan dapat menjalankannya.

C.    Efektivitas Penerapan E learning
E learning bertujuan untu mengefektivitaskan dan juga mengefisienkan pembelajaran. Ketika kita menggunakan E learning yang kita rasakan adalah dapat belajar jarak jauh dan berinteraksi dengan instruktur atau pendidik tanpa harus menemuinya. Efektifkah E learning? Ya E learning efektif karena kit adapt belajar secara bersama dalam tempat yang berdeda dan waktu yang berbeda. E learning memliki fitur yang memungkinkan kita untuk berbagi informasi secara online. Forum pembelajaran pada E learning misalanya, kita dapat menanyakan informasi pembelajaran matematika terhadap pengguna E learning lainnya tanpa harus bertemu dan dapat juga bertanya kepada pendidik yang termasuk dalam instruktur pada E learning tersebut.
            E learning membantu meningkatkan mutu pendidikan. Pada dasarnya E learning menjadikan proses pembelajaran ke arah student center. Mengapa student center? Jawabanya adalah karena pada E learning pendidik dituntut untuk dapat membuat dan menyajikan materi pembelajaran yang baik dan menarik sehingga peserta didik dapat aktif dalam belajar. Peserta didik dituntut untuk aktif dalam belajar dalam proses belajar, peserta didik diberikan materi melalui E learning dan belajar sendiri baik belajar secara individu ataupun kelompok dan pendidik hanya menjadi fasilitator yang mendukung peserta didik tersebut. Pembelajaran menjadi efektif karena peserta didik belajar secara mandiri.
D.    Pandangan Terhadap E learning   

E learning sudah menjadi bagian dari pendidikan. Pendidikan Indonesia khususnya, telah memanfaatkan E learning sebagi media pembelajaran. Banyak lembaga pendidikan yang telah menciptakan E learning untuk mendukung system pembelajaran mereka. E learning memang menjadikan proses pembelajaran menjadi efektif namun praktek penggunaanya tidak semudah yang orang banyak bayangkan dan banyak kendala yang terjadi.
Menciptakan E learning memang tidak membutuhkan dana yang sangat besar. Zaman sekarang ini setiap orang dapat membuat E learning karena terdapat opensource yang dimana setiap orang bisa mendesain dan menciptakan E learning sendiri secara gratis. E learning yang diciptakan oleh banyak orang tersebut dapat siakses oleh semua orang di dunia ini, lalu bagaiman kulitasnya? Seharusnya setiap penyebarluasan E learning harus melalui penyaringan dan uji kulitas agar E learning tersebut layak untuk digunakan.
E learning memang cocok dijadikan media pendidikan di Indonesia. Mengapa dianggap cocok? Kita ketahui di Indonesia pengguna internet sudah tidak dapat dihitung dengan jadi lagi. Realitanya adalah pengguna jejaring social Indonesia menempati rangking 5 besar. Rangking 5 besar artinya memang internet sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi sebagian orang. Dengan fakta tersebut maka E learning berbasis web seharusnya dapat berguna dalam membantu meningkatkan pendidikan Indonesia. Realita tersebut seakan berbalik karena pada akhirnya ketika sebuah lembaga pendidikan memberikan fasilitas internet untuk menggunakan E learning, peserta didik lebih banyak yang membuka situs lain yang tidak ada hubunganya dengan E learning dan pembelajaran dan itu adalah sebuah kenyataan.
Penerapan E learning tidak semudah apa yang kita lihat. Untuk menerapkan E learning yang benar benar berkualitas kita harus didukung oleh semua lembaga pendidikan. Pemerintah seharusnya memberikan dana untuk penerapa E learning. Dana merupakan hal yang harus ada karena untuk membangun infrastruktur E learning harus membutuhkan dana yang tidaklah sedikit. Peserta didik dan pendidik harus memiliki kemampuan untuk menoperasikan E learning, artinya pembelajaran E learning harus menjadi sebuah kewajiban dan harus ada di kurikulum sekolah mulai dari tingkat terendah sampai perguruan tinggi. Setiap konten yang terdapat pada E learning harus memiliki admin yang kompeten. Setiap lembaga harus disediakan dana khusus untuk membangun infrasturktur E learning.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari pembhasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa E learning dapat  menefektifitaskan pembelajaran namun terdapat kendala dalam penerapannya. E learning menjadikan pembelajaran lebih eektif karena dapat membantu peserta didik mandiri. Peserta didik berperan aktif dalam pembelajaran dan pendidik menjadi fasilitator. Pembelajaran dapat dilakukan dalam jarak dan waktu yang berbeda. Namun terdapat kendala pada dana, infrastruktur, dan juga kemampuan peserta didik dan pendidik. Jika ingin menciptakan pembelajaran yang efektif menggunakan E learning maka semua lembaga pendidikan mulai dari yang terendah sampai tertinggi harus bekerja sama untuk membangun infrastruktur dan pembelajaran tentang E learning.
B.     Saran
E learning seharusnya dijadikan pembelajaran dari jenjang pendidikan terendah sampai tertinggi. Pembelajaran E learning dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah hingga pada akhirnya nanti semua peserta didik dapat memahami apa arti E learning sebenarnya. Seharusnya pemerintah memberikan alokasi khusus untuk E learning karena pembelajaran efektif itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan memang dibutuhkan kerjasama dari semua lembaga pendidikan.






DAFTAR PUSTAKA

Renaldy Suteja, Bernard., dkk (2008). Memasukki Dunia E learning. Jakarta :
            Informatika.
Effendi, Empy & Zhuang, Hartono (2005). E learning Konsep dan Aplikasi.
            Semarang : Andi Publisher.
H. Hart, Michael (1982). Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah.
 Penerbit: PT. Dunia Pustaka Jaya. Jakarta Pusat.
Iskandar, Maskun (2011). Prospek Pembelajaran Bahasa Ditinjau dari Faktor
            Pendukung dan Penghambat. Diakses dari:
Permana Wijaya, Yoga (2009). Efektifitas E learning Bagi Mutu Pendidikan Sekolah
Satria W, Romi (2003). Strategi Baru Pengelolaan Situs eLearning Gratis. Jakarta
: Ilmukomputer.
Yani, Ivo (2007). Penerapan E learning Dalam Pembelajaran. Diakses dari :

Pandangan ini saya lihat berdasarkan apa yang saya alami saat menggunakan E learning dan juga realita di Indonesia. Semoga ini dapat bermanfaat bagi kita semua, copy paste kata kata adalah hal yang tidak baik, lebih baik menyimpulkan dengan bahasa sendiri agar pengetahuan kita bertambah.
Thanksss ^^

Reaksi:

1 komentar: